Need help for Individual or Corporate TAX ? Please contact 0815-8222454, LENA

Tuesday, September 18, 2012

'Secarik Alinea' dari IBM Apprenticeship Program 2nd Generation

Selasa (11/09), akhirnya hari yang dinanti-nanti datang yaitu IBM Test for Apprenticeship Program 2nd Generation. Ini program apa sih? Oke, saya berikan sedikit gambaran ya. Sesuai judulnya, program ini ialah program magang yang kedua kalinya diselenggarakan oleh perusahaan IBM yang diperuntukkan untuk mahasiswa semester VIII ataupun freshgraduates dan ANY MAJOR. Sebelumnya para calon peserta diharuskan meregistrasikan diri terlebih dahulu di website program tersebut. Pihak IBM akan men-screen calon peserta yang akan diundang untuk tes tertulis dan interview (proses interview dilakukan apabila lolos tes tertulis). Tes tertulis dan interview diadakan di dua tempat yaitu ITB dan PSJ UI. Sebenarnya sebelum tes tertulis, pihak IBM mengadakan semacam talk session di pagi hari (di hari yang sama dengan tes tertulis), boleh dibilang semacam presentasi yang memberikan penjelasan mengenai program tersebut serta gambaran mengenai perusahaan IBM. Sayangnya, saya tidak datang karena ada urusan lain (loh, padahal kan masih pengangguran!sok ada urusan, hihi), saya datang di sorenya, 15 menit sebelum tes dimulai. Seperti apa ujiannya? Silahkan coba sendiri tahun depan! Siapa tahu ada yang 3rd generation.  
           Ujiannya mungkin tidak terlalu berbeda dengan ujian masuk IBM internasional, semacam tes IPAT + antek-anteknya dan essay test. Yang pasti ujian ini jangan disamakan dengan tes psikotest ala odp bank ya, sangat berbeda jauh baik dari jenis soal maupun tingkat kesulitan. Peserta diperbolehkan mempergunakan kalkulator (bukan scientific) dan mencorat-coret soal (bukan mencoret-coret perasaan ya,eiaa). Selain mempersiapkan kalkulator, peserta juga membutuhkan kecepatan dan ketenangan level dewa. (Ketenangan yang dimaksud bukan ketenangan kalo papasan sama gebetan ya, eiaa). Semua soal in english, baik question maupun answer. Karena sebelum tes dimulai peserta harus menandatangani perjanjian tidak akan membocorkan soal jadi saya tidak diperbolehkan untuk mem-BONGKAR (mohon dibaca dengan intonasi ala iklan Top Coffee!).

Monday, August 6, 2012

Jika Hubungan dengan Mantan Bos dkk Kurang Baik

"In with regret and anticipation that I submit this letter of resignation,....."

Pada umumnya dalam proses rekrutmen karyawan baru, perusahaan meminta pelamar untuk melengkapi beberapa lembar formulir pelamar sebelum memasuki ruang interview. Dalam formulir tersebut ada kolom yang meminta pelamar untuk menuliskan sekitar dua atau tiga nama referensi beserta nomor kontak yang dapat dihubungi dari karyawan di kantor pelamar yang terdahulu. Beberapa orang berpikir bahwa kolom ini hanya bersifat formalitas yang meyakinkan perusahaan bahwa si pelamar memang pernah bekerja di tempat itu dan memiliki catatan berperilaku baik di kantor sebelumnya sehingga berani untuk mencantumkan nomor kontak si referen. Namun, beberapa divisi hrd perusahaan ternyata memang benar akan menghubungi nomor tersebut serta menanyakan tentang diri si pelamar. Anda bisa bayangkan, bagaimana jika hubungan terakhir pelamar dengan karyawan-karyawan di kantor lama kurang baik termasuk dengan mantan atasan?

Sunday, August 5, 2012

Sbux UI Melarang Customer Berfoto?

Dear Customers,
"Due to our operational policy and
convenience of other customers,
please do not take pictures
in our store's premises.
Thank  you for your understandably."

Agak bingung dengan secarik kertas yang ditempel persis di luar pintu masuk store yang isinya sebuah peringatan yang entah sejak kapan diberlakukan di store itu. Sebulan lalu saya belum melihat ada tempelan ini. Jadi penasaran juga sih, kenapa peringatan ini baru dipublish sekarang jika memang alasan yang ditulis pertama ialah 'due to our policy'? Bukankah ini store sudah beroperasi lebih dari setahun yang mana sejak awal beroperasi hampir semua ababil yang duduk di sofanya langsung mengeluarkan blitz? Jika peraturan itu memang sudah mereka miliki sejak awal, lantas kenapa baru dipublish sekarang ya? Lalu, bukankah di branch mereka yang lain, sah-sah saja kalau customer ingin 'jeprat-jepret'? Apakah ini artinya hanya di branch store ini saja yang memberlakukan hal itu? Oke, itu bisa jadi. Mungkin tiap store diperbolehkan 'nyiptain' peraturan baru yang disesuaikan dengan 'sikon' si store area. Dan, oh...ternyata saya belum baca tulisan bawahnya (yang di tinta merah itu tuh...hehe). Nah, ini yang paling bikin penasaran! 'other customers'? Siapa nih, oknum 'other customers' yang dimaksud??

Friday, August 3, 2012

Bullying = Ranting dari Senioritas

"haters don't really hate you
they hate themselves because you're a reflection of what they wish to be." (TheSingleWoman)
Sepekan terakhir berita bullying sedang marak. Agak heran sih, kenapa kok hits nya baru sekarang padahal aksi model ini sudah ada dari jaman enyak-babe. Jawabannya, kebetulan si tersangka lagi ketimpa sial karena keluarga korban termasuk pihak yang berani melaporkan kasus yang umumnya dianggap sepele ini ke polisi. Yap, digarisbawahi ya 'umumnya dianggap sepele' baik oleh para siswa maupun ibu bapak-guru yang selalu menasihatkan murid untuk berbuat baik kepada sesama. (Helloo?! -_-.). Lucunya, diberitakan kalau KPAI keberatan dengan penahan 7 orang tersangka pelaku bullying ini. (Huh, I can smell bunch of money here). 

Setelah cukup lama memakan asam garam kehidupan dunia pendidikan (jiahh), saya melihat tindak bullying salah satu satunya dipicu oleh budaya senioritas (ada juga sih faktor lainnya, tapi di indonesia yang paling ng-tren ya faktor yang satu ini. kalau di jepang lebih aneh-aneh lagi bahkan sampai penyebab yang tidak rasionalpun juga ada, silahkan gugling 'ijime'). Kenapa sih, senioritas bisa ada? Darimana sih datangnya senioritas? Sejak kapan senioritas ada? Dan kenapa bisa bertahan lama hingga membudaya? Baiklah, saya pribadi juga bertanya-tanya tentang ini, (gak nolong banget ya, hehe). Jika diijinkan untuk langsung menjawab, simpel sih jawabannya (tapi nyebelin), yaitu karena semua orang pernah merasakan kenikmatan menjadi senior. Mungkin bagi yang tidak merasa menikmati, bukannya tidak mau mengaku tetapi hanya tidak sadar (jangan marah ya, hehe).

Haruskah Menghadiri Wisuda?

A : Lo udah bayar wisuda,bro?
B : Belom.
A : Hari ini hari terakhir daftar tau! Gile lu, ampe jam 5 doank loh!!
B : Emang gw gak ikut kok...(dengan muka santai)
Beberapa teman bilang wisuda adalah seremonial yang ditunggu-tunggu, ada juga yang bilang ini momen yang menandakan jatuh bangun perjuangan akademis selama bertahun-bertahun tetapi ada juga yang bilang ini bisnis kampus. Semua punya pendapat masing-masing dan berhak untuk ikut wisuda atau tidak. Untungnya kampus saya termasuk kampus yang tidak mewajibkan menghadiri wisuda, mengingat ijazah diberikan bukan saat hari wisuda tapi sebulan setelahnya. Empat tahun lalu saat latihan paduan suara untuk wisuda, tidak terbersit di pikiran saya untuk tidak menghadiri wisuda. Lagu-lagu yang gegap gempita seakan-akan memotivasi mahasiswa baru untuk jangan kuliah lama-lama dan segera memakai toga lalu dinyanyikan lagu 'glodeamus' di auditorium. Seiring berjalannya waktu semuanya berubah termasuk pandangan saya terhadap upacara wisuda.

Lulusan Jurusan X tapi Tidak Mahir X

Inteviewer  : IPK kamu tinggi ya. Hmm, kenapa kamu kuliah ngambil jurusan X?
Kandidat   : Saya suka segala hal tentang X,pak.
Interviewer: Apa saja yang kamu suka dari X?
Kandidat   : Semuanya pak, diantaranya bla,,bla,,bla,,dan bla,,
Interviewer: Terus kenapa kamu mau ngelamar kerja jadi Z?
Kandidat  : mau nagis..(karna selama kuliah gue gak mahir X pak,tapi gw jago kuliah teorinya),,

Dilematis, ini kata yang muncul di otak penulis ketika membaca percakapan ini. Pasti si anak sedang melamar di vacancy yang any major dan kedapetan interviewer yang lihai menjebak kandidat, (istilahnya do'i termasuk staf hrd yang udah dapet sertifikat ISO challenger interviewer di kantor). Saya yakin anak ini pasti dulu menggebu-gebu waktu milih jurusannya dan bahagia setengah mati pas tau keterima lolos ujian seleksi. Sayangnya, seperti yang guru SD kita bilang, mempertahankan lebih sulit daripada meraihnya...

Thursday, August 2, 2012

Selidiki Kontrak Kerja yang Menahan Ijazah!

Pernah dong ya, mendengar kontrak kerja perusahaan yang menahan ijazah terakhir karyawannya sebagai jaminan ikatan kerja. Umumnya ini berlaku untuk jenis pekerjaan yang berhubungan langsung dengan uang customer contohnya kasir minimarket. Selain itu, kontrak demikian juga berlaku di perusahaan yang memberikan training bagi karyawan baru sebelum menjadi karyawan tetap (biasanya untuk posisi management trainee dan gaji yang ditawarkan cukup besar bahkan untuk level fresh graduates). Ijazah akan dikembalikan setelah kontrak ikatan dinas berakhir dan jika karyawan resign sebelum tanggal ikatan dinas berakhir maka karyawan diwajibkan membayar pinalti sehingga ijazah dapat dikembalikan. Semakin lama durasi ikatan dinas cenderung biaya pinaltinya juga semakin besar. Tidak sedikit orang yang bersedia melakukan perjanjian kerja seperti ini mengingat gaji yang diterima besar dan jaman sekarang cari kerja susah, tetapi banyak juga yang menyesal ketika sudah bergabung dengan perusahaan tersebut. Nah loh, ada apa didalamnya?