Need help for Individual or Corporate TAX ? Please contact 0815-8222454, LENA

Thursday, January 17, 2013

Wanita & Bra



            Apa sih fungsi bra? Sebagian berpendapat untuk mendukung pertumbuhan dada, sebagian lagi berpendapat untuk menopang dada agar terlihat lebih well-prepared. Apapun fungsi bra, bagi saya yang lebih menarik adalah fakta yang saya lihat di sekitar. Pernahkah kita bertanya, “Nyamankah wanita mengenakan bra selama 24 jam?”, atau saya ganti pertanyaannya menjadi, ”Sejujurnya lebih nyaman mana, mengenakan bra atau tanpa bra? ”. Umm, nampaknya banyak yang langsung menjawab pada pilihan pertama. Bagi saya, ini pertanyaan yang gampang-gampang susah untuk dijawab.
            Saya pernah membaca artikel dari majalah wanita bahwa sebaiknya bra tidak dikenakan saat tidur karena berkaitan dengan kelancaran pernafasan dan peredaran darah. Lantas, apakah selama mengenakan bra sebetulnya wanita mengalami sirkulasi udara dan darah yang tidak maksimal? Bukankah durasi memakai bra justru lebih panjang jika dibandingkan dengan durasi tanpa mengenakan bra saat tidur? Kalau boleh jujur, bernafas saat tanpa mengenakan bra jauh lebih lega dibandingkan ketika mengenakannya. Sama halnya ketika seseorang menggunakan baju longgar, ia akan merasa jauh lebih nyaman dibandingkan menggunakan baju ketat. Bra yang ‘aman’ ditentukan oleh kualitas karet di bahu dan lingkar badan. Semakin kencang karetnya maka bra tersebut semakin ‘aman’. Namun, bukankah pilihan seperti itu justru membuat semakin sulit bernafas? Apa boleh buat, yang penting ‘aman’, kan?

Saturday, January 12, 2013

IBM Apprenticeship Program (next Generation!)



            Masih ingat dengan post beberapa bulan lalu mengenai IBM Apprenticeship Program 2nd Generation? Nah, mengawali tahun 2013 ini, IBM kembali membuka rekrutmen untuk program serupa tepatnya mulai 14 Januari 2013 mendatang. Adapun informasi mengenai syarat dan ketentuan, informasi selengkapnya dapat dilihat di situs resmi IBM Apprenticeship Program 3rd Generation atau melalui jejaring twitter mereka untuk update terkait.
            Dalam salah satu peraturan yang sekarang, tercantum bahwa peserta yang pernah mengikuti proses rekrutmen di generasi sebelumnya tidak diperkenankan untuk mendaftar lagi di rekrutmen generasi yang sekarang (3rd Generation). Sejenak terpikir, bukankah kita tidak akan pernah tahu kapan kesuksesan datang jika tidak mencoba SEMUA kesempatan? Bukan tidak mungkin kan, jika keberhasilan justru diraih setelah ikut kesempatan yang berikutnya?! So, monggo-monggo sajalah jika berniat untuk mencoba proses rekrutmen lagi. Masalah seleksi data administrasi passed atau tidak oleh panitia, itu urusan belakangan, yang penting sudah mencoba (a.k.a: nekad).

Wednesday, September 26, 2012

Legenda Dosen Setia Pemberi Nilai A



           Di kampus ada dosen laki-laki yang selalu memberikan nilai A kepada setiap mahasiswanya. Kalaupun ada yang dapet A-, itu pasti karena itu anak tidak ikut salah satu ujian uas atau uts. Dosen ini nampaknya sudah lewat 40th tapi belum sampai 50th, tinggi, beruban, agak gemuk, boleh dibilang wajahnya mirip orang Pakistan. Sebetulnya aura si dosen ini galak, mengingat pembawaannya yang bongsor dan intonasi suaranya mirip komandan perang tapi itu semua hanya casing luar. Sebut saja nama dosen ini ialah Mr. Mos. Setiap semester, kelas yang diajarin dosen ini pasti penuh bahkan waiting list, mengingat adanya jaminan bright future di cetakan transkrip nilai. Masalah terjadi ketika mahasiswa menghadapi hari pertama tatap muka di kelas, bagi mahasiswa yang berani duduk paling depan, kemungkinan dia baru pertama kali mengikuti kelas si dosen. Pasalnya, selain hobi makan martabak kubang di margonda, Mr.Mos juga hobi menjadikan mahasiswa barisan depan sebagai contoh kasus dalam kuliah. Kasusnya bukan kasus serius, tapi kasus sangat serius karena berkaitan dengan urat malu si korban. Kasus yang dipaparkan cenderung masalah nasional. Untuk urusan nasionalisme, Mr. Mos pantas diacungin jempol. Karena apa? Karena ringtone handphonenya adalah reff lagu ‘Indonesia Raya’.
            Mr. Mos termasuk angin-anginan untuk urusan ujian. Menurut cerita anak jurusan lain, Mr. Mos  selalu memberikan ujian writing-test di kelas tetapi entah kenapa, di kelas jurusan saya, do’i selalu ngasih ujian takehomepaper. Mungkin saya beruntung, tapi ujian gak ujian sama-sama bahagia di akhir semester kok! Minggu lalu ada temen yang kebetulan sama-sama lagi ada di kosan, (bedanya, kalau saya di kosan karna pengangguran, tapi klo do’i karna lagi jomblo…#ehh). Dia pernah ikut kelas Mr. Mos dan hari itu adalah hari ujian akhir semester. Ujian jam 9 tapi Mr. Mos  tak kunjung datang sampai akhirnya jam 11 ketua kelas nelpon dia.

Kt.Kelas    : “ Halo Pak, hari ini kita jadi ujian gak, Pak?

Monday, September 24, 2012

’30 Menit Berharga’ After Tes IBM Apprenticeship 2nd Generation



     Seperti janji di post sebelumnya, saya akan share tentang momen berharga selama 30 menit setelah tes IBM di PSJ UI kemarin (11/9). Hal yang menarik di sini, yang dimaksud momen beharga itu bukan saat tes berlangsung melainkan setelah tes usai. Setelah tes selesai kami tidak langsung bubar namun diberikan semacam advice untuk para peserta tes. Saya tidak ingat nama narsumnya tapi kalau tidak salah dia itu orang dari divisi hrd nya IBM Indonesia (please correct me if i'm wrong). Beliau menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan passion dan kegagalan. Intinya, beliau memotivasi peserta untuk tidak putus asa bilamana kami tidak lolos dalam seleksi tes IBM tersebut. Ia memutar beberapa video yang menggambarkan darimana datangnya kegagalan, ada dua video yang sangat menggalaukan pikiran, yaitu 10 tokoh sukses dunia beserta kegagalannya dan sepenggal cuplikan film kisah nyata ‘Pursuit of Happiness’ nya Om Will Smith; (dua video ini sumbernya sama-sama dari youtube, silahkan di cari,J). Tokoh dari video pertama yang paling saya ingat adalah Lionel Messi yang waktu kecil pernah ditolak masuk klub bola junior karena dianggap badannya terlalu pendek untuk menjadi pemain sepak bola dan sepertinya mustahil untuk jadi atlet bola. Sedangkan dari cuplikan Pursuit of Happiness, digambarkan Will Smith sedang menasihati anaknya supaya jangan membiarkan orang lain mengatakan bahwa kamu tidak berguna dan tidak bisa apa-apa, karena orang lain hanya ingin melihat seseorang itu gagal.
Kisah ini menyadarkan, ketika ingin mencapai tujuan, seseorang justru lebih sering mendengar komentar orang lain daripada mendengar keinginannya sendiri. Sedikit-sedikit langsung down dan gak pede ketika ada orang yang komen kalau kita gak bisa ‘begini’ dan ‘begitu’. Padahal orang yang ngatain kita ‘gak bisa’ belum tentu punya ilmu untuk bilang bahwa kita memang ‘gak bisa’. Saya setuju dengan apa yang Will Smith katakan ke anaknya bahwa banyak orang lain hanya ingin melihat kita gagal, mereka cuma bisa komentar dan komentar sampai kita betul-betul menyerah dengan cita-cita kita karena mereka memang tidak punya passion yang sama dengan kita; (dan dari sini saya belajar untuk berhati-hati dalam mengkomentari proses pencapaian orang lain karena efeknya psikologis pendapat orang lain ternyata memang benar ada). Jadi, ketika ada teman yang sedang mengejar cita-citanya, sebaiknya selalu berikan motivasi positif dan lebih baik diam kalau takut nanti jadi sirik (#ehem) dan kalaupun teman kita ternyata gagal, please…jangan keluarkan bercandaan yang sifatnya menyinggung, (meskipun itu teman akrab kita) karena kita tidak pernah tahu betapa berusahanya dia untuk berhasil tanpa sedikitpun minta tenaga kita. Saya pernah gagal lalu teman saya mengeluarkan statement tidak enak, dia bilang bahwa statementnya realistis karena berkaitan dengan result yang tidak berimbang. Bagi saya, realistis dan sok tahu itu beda tipis, jadi saya harap teman-teman pembaca senantiasa menyeleksi suara-suara negatif yang seakan meyakinkan kalau kamu akan gagal selamanya.Kegagalan atau jatuh, bukan patokan kita untuk berhenti berusaha tetapi sebagai energi untuk bangkit kembali mengejar tujuan awal. Banyak orang yang karena gagal, enggan untuk mencoba lagi dan menutup harapannya lalu banting setir mengejar sesuatu yang lebih mudah dicapai padahal tidak sesuai passionnya. Seberapa banyak sih orang yang passionnya ingin jadi penyanyi tapi tidak melanjutkan seleksi rekaman lalu terpaksa kerja kantoran? Atau seberapa banyak direktur di perusahaan ternama ketika ditanya apa passion dan tujuan hidupnya, dia mampu jawab lebih dari 5 kata?

Tuesday, September 18, 2012

'Secarik Alinea' dari IBM Apprenticeship Program 2nd Generation

Selasa (11/09), akhirnya hari yang dinanti-nanti datang yaitu IBM Test for Apprenticeship Program 2nd Generation. Ini program apa sih? Oke, saya berikan sedikit gambaran ya. Sesuai judulnya, program ini ialah program magang yang kedua kalinya diselenggarakan oleh perusahaan IBM yang diperuntukkan untuk mahasiswa semester VIII ataupun freshgraduates dan ANY MAJOR. Sebelumnya para calon peserta diharuskan meregistrasikan diri terlebih dahulu di website program tersebut. Pihak IBM akan men-screen calon peserta yang akan diundang untuk tes tertulis dan interview (proses interview dilakukan apabila lolos tes tertulis). Tes tertulis dan interview diadakan di dua tempat yaitu ITB dan PSJ UI. Sebenarnya sebelum tes tertulis, pihak IBM mengadakan semacam talk session di pagi hari (di hari yang sama dengan tes tertulis), boleh dibilang semacam presentasi yang memberikan penjelasan mengenai program tersebut serta gambaran mengenai perusahaan IBM. Sayangnya, saya tidak datang karena ada urusan lain (loh, padahal kan masih pengangguran!sok ada urusan, hihi), saya datang di sorenya, 15 menit sebelum tes dimulai. Seperti apa ujiannya? Silahkan coba sendiri tahun depan! Siapa tahu ada yang 3rd generation.  
           Ujiannya mungkin tidak terlalu berbeda dengan ujian masuk IBM internasional, semacam tes IPAT + antek-anteknya dan essay test. Yang pasti ujian ini jangan disamakan dengan tes psikotest ala odp bank ya, sangat berbeda jauh baik dari jenis soal maupun tingkat kesulitan. Peserta diperbolehkan mempergunakan kalkulator (bukan scientific) dan mencorat-coret soal (bukan mencoret-coret perasaan ya,eiaa). Selain mempersiapkan kalkulator, peserta juga membutuhkan kecepatan dan ketenangan level dewa. (Ketenangan yang dimaksud bukan ketenangan kalo papasan sama gebetan ya, eiaa). Semua soal in english, baik question maupun answer. Karena sebelum tes dimulai peserta harus menandatangani perjanjian tidak akan membocorkan soal jadi saya tidak diperbolehkan untuk mem-BONGKAR (mohon dibaca dengan intonasi ala iklan Top Coffee!).

Monday, August 6, 2012

Jika Hubungan dengan Mantan Bos dkk Kurang Baik

"In with regret and anticipation that I submit this letter of resignation,....."

Pada umumnya dalam proses rekrutmen karyawan baru, perusahaan meminta pelamar untuk melengkapi beberapa lembar formulir pelamar sebelum memasuki ruang interview. Dalam formulir tersebut ada kolom yang meminta pelamar untuk menuliskan sekitar dua atau tiga nama referensi beserta nomor kontak yang dapat dihubungi dari karyawan di kantor pelamar yang terdahulu. Beberapa orang berpikir bahwa kolom ini hanya bersifat formalitas yang meyakinkan perusahaan bahwa si pelamar memang pernah bekerja di tempat itu dan memiliki catatan berperilaku baik di kantor sebelumnya sehingga berani untuk mencantumkan nomor kontak si referen. Namun, beberapa divisi hrd perusahaan ternyata memang benar akan menghubungi nomor tersebut serta menanyakan tentang diri si pelamar. Anda bisa bayangkan, bagaimana jika hubungan terakhir pelamar dengan karyawan-karyawan di kantor lama kurang baik termasuk dengan mantan atasan?

Sunday, August 5, 2012

Sbux UI Melarang Customer Berfoto?

Dear Customers,
"Due to our operational policy and
convenience of other customers,
please do not take pictures
in our store's premises.
Thank  you for your understandably."

Agak bingung dengan secarik kertas yang ditempel persis di luar pintu masuk store yang isinya sebuah peringatan yang entah sejak kapan diberlakukan di store itu. Sebulan lalu saya belum melihat ada tempelan ini. Jadi penasaran juga sih, kenapa peringatan ini baru dipublish sekarang jika memang alasan yang ditulis pertama ialah 'due to our policy'? Bukankah ini store sudah beroperasi lebih dari setahun yang mana sejak awal beroperasi hampir semua ababil yang duduk di sofanya langsung mengeluarkan blitz? Jika peraturan itu memang sudah mereka miliki sejak awal, lantas kenapa baru dipublish sekarang ya? Lalu, bukankah di branch mereka yang lain, sah-sah saja kalau customer ingin 'jeprat-jepret'? Apakah ini artinya hanya di branch store ini saja yang memberlakukan hal itu? Oke, itu bisa jadi. Mungkin tiap store diperbolehkan 'nyiptain' peraturan baru yang disesuaikan dengan 'sikon' si store area. Dan, oh...ternyata saya belum baca tulisan bawahnya (yang di tinta merah itu tuh...hehe). Nah, ini yang paling bikin penasaran! 'other customers'? Siapa nih, oknum 'other customers' yang dimaksud??