Need help for Individual or Corporate TAX ? Please contact 0815-8222454, LENA

Monday, May 5, 2014

HRD Tidak Menanggapi Follow-Up


              Pernakah kamu mendengar istilah Career Consultant, Recruitment Firm ataupun Headhunter? Intinya yang dilakukan oleh tiga istilah tersebut sama yaitu sebagai mediator yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang butuh pekerja. Tidak semua perusahaan memasang iklan lowongan pekerjaan, kadang lowongan hanya diinformasikan kepada recruitment firm. Penamaan Career consultant dan Headhunter sebenarnya hanya istilah keren saja, intinya yang mereka lakukan ialah sales, dengan pencari kerja sebagai produk yang mereka jual ke perusahaan lain (tapi ini bukan human trafficking ya..). Banyak anak freshgraduates yang baru tahu jasa tersebut beranggapan bahwa career consultant/headhunter sama dengan HRD yang mayoritas berlatarbelakang jurusan psikologi seperti hrd di perusahaan pada umumnya. Faktanya berbagai jurusan numplek di jobdesk career consultant karena intinya yang dicari ialah yang bisa ‘jualan’, tidak perduli dari jurusan mana.

                Dua bulan lalu, teman semasa kuliah, Lola, mengirimkan lamarannya ke Recruitment Firm sebagai Career Consultant melalui J*bstreet. Perusahaan tersebut baru 5 bulan berdiri di Jakarta dan ownernya ialah Japanese dengan 6  staff local sebagai Career Consultant. Perusahaan ini terlihat masih baru dibuktikan dengan pilihan gedung kantornya yang mengecewakan

Thursday, March 27, 2014

BDP BCA – (Jangan Dateng Telat)



Sesuai judul tulisan, kisah berikut ini mengajari saya untuk belajar disiplin soal waktu pada setiap rekrutmen yaitu datang on time. Berawal dari Agustus 2012, resepsionis BCA menghubungi saya untuk psikotest keesokan harinya. Bayangkan saja saat itu saya masih tinggal di sekitar Depok sedangkan lokasi tes nya di Slipi, disuruh dateng jam 8 pagi dan baru dikasih tau jam 5 sore, H-1, (karena saat itu saya masih anak baru lulus, jadi euphoria nya gede makanya mau-mau aja diatur-atur seenaknya sama undangan semena-mena macem itu,haha. Kalo kejadiannya sekarang, saya pasti gak bakal dateng,haha). 

Saya dateng on time jam 8 tapi BCA nya tidak on time, tes baru mulai jam 8.30 (gelagat umum HRD Jakarta). Psikotest standar banget, itu psikotest pertama saya yang sifatnya untuk rekrutmen, jika dibandingkan psikotest perusahaan lain, psikotest BCA ini tergolong standar (padahal malemnya saya gak tidur loohh). Untuk psikotest bersifat standar tsb komponennya apa saja, silahkan di google sendiri, yang pasti ada Pauli Test. Sekitar jam 12 siang pengumuman keluar, saya lolos (yang lolos ada sekitar 30 orang dari 100 orang sebelumnya).  Tes berikutnya dilanjutkan jam 2 siang. Kandidat yang lolos semuanya dapet makan siang nasi kotak (HORE!). Menurut saya BCA termasuk modal dalam perekrutan karena makan siangnya isinya gak murahan (ehehehe). Sambil menunggu tes berikutnya saya ngobrol dengan kandidat lain, mayoritas dari mereka ialah mahasiswi negeri luar Jakarta dan kalaupun bukan kampus negeri, mereka lulusan dari kampus swasta mahal di JakBar (sebut sendiri deh,,semua jumplek dari situ yang non-negeri). Saya acungi jempol kebijakan BCA untuk mempersilahkan segala jurusan mengikuti proses rekrutmen BDP ini. Para kandidat yang saya kenal waktu itu nyaris tidak ada yang  berasal dari Fakultas Ekonomi.

Bank Of Tokyo – Never Sad Ending Recruitment (part 2- Ganjil!)



(part 1)
Kira-kira 3 hari kemudian Mas Cucok Bo nelpon buat nyuruh tes TOEIC (jadi saya ambil kesimpulan kalau interview user kemarin lolos).  TOEIC nya gratis dibayarin sama BOT lokasinya di ITC Plaza Sentral. Di sana yang ikut tes dari BOT Cuma 3 orang, dua laki laki dan saya sendiri perempuan. Tes nya 100 soal listening kira2 45 menit, sisanya 100 soal yang terdiri dari reading dan ngisi kalimat rumpang, durasinya 75 menit. Total 120 menit dan semuanya pilihan ganda. TOEIC terhitung lebih mudah daripada TOEFL karena tujuannya untuk mengukur kemampuan berkomunikasi jadi konteks soalnya seputar aktivitas kantoran dengan bahasa sehari-hari. Score TOEIC keluar hari itu juga secara confidential, jadi kandidat tidak diberitahukan hasilnya namun score hanya diketahui internal pihak BOT saja. BOT sendiri membuat standar TOEIC min.750 dari score 990 untuk semua calon karyawannya.

Bank Of Tokyo – Never Sad Ending Recruitment (part 1-Mas Cucok Bo)



Saya menerima undangan interview dari BOT, yang pasti bukan untuk posisi TRP (saya gak pernah tertarik ikut TRP mereka karena yang lolos biasanya ganteng ganteng..takutnya entar saya jadi gak konsen kerja, yang ada bukan cari duit tapi malah cari mangsa entar). Penelpon ialah Hrd yang suaranya khas call center, sebut saja namanya Mas Cucok Bo (soalnya cucok banget cara ngomongnya). Lusanya, saya ke kantornya, alhamdulilah on time (saya hargai Hrd yang on time menyepakati jam yang ia janjikan, model Hrd on time gini udah jarang di Jakarta, trust me!).
Muncul Mas Cucok Bo dari pintu office, ternyata orangnya GANTENG cyin!,

Thursday, January 17, 2013

Wanita & Bra



            Apa sih fungsi bra? Sebagian berpendapat untuk mendukung pertumbuhan dada, sebagian lagi berpendapat untuk menopang dada agar terlihat lebih well-prepared. Apapun fungsi bra, bagi saya yang lebih menarik adalah fakta yang saya lihat di sekitar. Pernahkah kita bertanya, “Nyamankah wanita mengenakan bra selama 24 jam?”, atau saya ganti pertanyaannya menjadi, ”Sejujurnya lebih nyaman mana, mengenakan bra atau tanpa bra? ”. Umm, nampaknya banyak yang langsung menjawab pada pilihan pertama. Bagi saya, ini pertanyaan yang gampang-gampang susah untuk dijawab.
            Saya pernah membaca artikel dari majalah wanita bahwa sebaiknya bra tidak dikenakan saat tidur karena berkaitan dengan kelancaran pernafasan dan peredaran darah. Lantas, apakah selama mengenakan bra sebetulnya wanita mengalami sirkulasi udara dan darah yang tidak maksimal? Bukankah durasi memakai bra justru lebih panjang jika dibandingkan dengan durasi tanpa mengenakan bra saat tidur? Kalau boleh jujur, bernafas saat tanpa mengenakan bra jauh lebih lega dibandingkan ketika mengenakannya. Sama halnya ketika seseorang menggunakan baju longgar, ia akan merasa jauh lebih nyaman dibandingkan menggunakan baju ketat. Bra yang ‘aman’ ditentukan oleh kualitas karet di bahu dan lingkar badan. Semakin kencang karetnya maka bra tersebut semakin ‘aman’. Namun, bukankah pilihan seperti itu justru membuat semakin sulit bernafas? Apa boleh buat, yang penting ‘aman’, kan?

Saturday, January 12, 2013

IBM Apprenticeship Program (next Generation!)



            Masih ingat dengan post beberapa bulan lalu mengenai IBM Apprenticeship Program 2nd Generation? Nah, mengawali tahun 2013 ini, IBM kembali membuka rekrutmen untuk program serupa tepatnya mulai 14 Januari 2013 mendatang. Adapun informasi mengenai syarat dan ketentuan, informasi selengkapnya dapat dilihat di situs resmi IBM Apprenticeship Program 3rd Generation atau melalui jejaring twitter mereka untuk update terkait.
            Dalam salah satu peraturan yang sekarang, tercantum bahwa peserta yang pernah mengikuti proses rekrutmen di generasi sebelumnya tidak diperkenankan untuk mendaftar lagi di rekrutmen generasi yang sekarang (3rd Generation). Sejenak terpikir, bukankah kita tidak akan pernah tahu kapan kesuksesan datang jika tidak mencoba SEMUA kesempatan? Bukan tidak mungkin kan, jika keberhasilan justru diraih setelah ikut kesempatan yang berikutnya?! So, monggo-monggo sajalah jika berniat untuk mencoba proses rekrutmen lagi. Masalah seleksi data administrasi passed atau tidak oleh panitia, itu urusan belakangan, yang penting sudah mencoba (a.k.a: nekad).

Wednesday, September 26, 2012

Legenda Dosen Setia Pemberi Nilai A



           Di kampus ada dosen laki-laki yang selalu memberikan nilai A kepada setiap mahasiswanya. Kalaupun ada yang dapet A-, itu pasti karena itu anak tidak ikut salah satu ujian uas atau uts. Dosen ini nampaknya sudah lewat 40th tapi belum sampai 50th, tinggi, beruban, agak gemuk, boleh dibilang wajahnya mirip orang Pakistan. Sebetulnya aura si dosen ini galak, mengingat pembawaannya yang bongsor dan intonasi suaranya mirip komandan perang tapi itu semua hanya casing luar. Sebut saja nama dosen ini ialah Mr. Mos. Setiap semester, kelas yang diajarin dosen ini pasti penuh bahkan waiting list, mengingat adanya jaminan bright future di cetakan transkrip nilai. Masalah terjadi ketika mahasiswa menghadapi hari pertama tatap muka di kelas, bagi mahasiswa yang berani duduk paling depan, kemungkinan dia baru pertama kali mengikuti kelas si dosen. Pasalnya, selain hobi makan martabak kubang di margonda, Mr.Mos juga hobi menjadikan mahasiswa barisan depan sebagai contoh kasus dalam kuliah. Kasusnya bukan kasus serius, tapi kasus sangat serius karena berkaitan dengan urat malu si korban. Kasus yang dipaparkan cenderung masalah nasional. Untuk urusan nasionalisme, Mr. Mos pantas diacungin jempol. Karena apa? Karena ringtone handphonenya adalah reff lagu ‘Indonesia Raya’.
            Mr. Mos termasuk angin-anginan untuk urusan ujian. Menurut cerita anak jurusan lain, Mr. Mos  selalu memberikan ujian writing-test di kelas tetapi entah kenapa, di kelas jurusan saya, do’i selalu ngasih ujian takehomepaper. Mungkin saya beruntung, tapi ujian gak ujian sama-sama bahagia di akhir semester kok! Minggu lalu ada temen yang kebetulan sama-sama lagi ada di kosan, (bedanya, kalau saya di kosan karna pengangguran, tapi klo do’i karna lagi jomblo…#ehh). Dia pernah ikut kelas Mr. Mos dan hari itu adalah hari ujian akhir semester. Ujian jam 9 tapi Mr. Mos  tak kunjung datang sampai akhirnya jam 11 ketua kelas nelpon dia.

Kt.Kelas    : “ Halo Pak, hari ini kita jadi ujian gak, Pak?